Anda Ingin Beroleh Kebaikan?? Sebarkanlah SALAM

Sesungguhnya salah satu daripada sifat orang mukmin itu adalah mereka saling mencintai antara satu sama lain kerana Allah. Antara cara untuk menzahirkan rasa cinta tersebut adalah dengan menyebarkan salam antara satu sama lain. Pengucapan salam adalah sesuatu yang sinonim bagi umat Islam dan ia sudah menjadi kebiasaan untuk dilafazkan apabila ia bertemu dan berpisah sesama Muslim, baik sama ada ia memahami ataupun tidak lafaz salam tersebut.

Perkataan salam dalam bahasa Arab bererti kesejahteraan, keamanan, kedamaian dan keselamatan. Lafaz salam bagi orang Mukmin adalah assalamu’alaikum (salam sejahtera ke atas kalian), atau assalamu’alaikum warahmatullah (salam sejahtera ke atas kalian dan dengan rahmat Allah) ataupun assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh (salam sejahtera ke atas kalian dan dengan rahmat serta berkat Allah). Biar pendek ataupun panjang ucapan salam yang diberikan, kesemuanya memberikan makna yang sama kepada si penerima salam, yakni suatu doa yang diberikan daripada seorang Mukmin kepada Mukmin yang lain. Tidak ada satu pun agama di dunia ini selain Islam yang mengajar umatnya untuk memanifestasikan syiar dan  kecintaan sesama saudara seakidahnya melalui ucapan doa.

Dalil-dalil tentang perintah dan keutamaan salam

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran yang bermaksud:

“Maka apabila kamu memasuki ke rumah-rumah (yang tidak berpenghuni), maka ucapkanlah salam kepada diri kamu sendiri (sebagai) penghormatan daripada sisi Allah yang dipenuhi keberkatan dan kebaikan. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kalian, supaya kalian memahaminya.” [TMQ An-Nur (24) : 61]

Ayat di atas memerintahkan agar salam diberi sebagai tanda penghormatan walaupun sesuatu rumah atau tempat itu tidak berpenghuni. Selain itu, perintah yang lebih tegas dapat dilihat dalam surah yang sama iaitu:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki ke rumah-rumah (yang) bukan rumah kamu, sehinggalah kamu terlebih dahulu meminta izin serta memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian supaya kamu mengambil pengajaran.”
[TMQ An-Nur (24): 27]

Terdapat juga  hadis-hadis daripada Rasulullah saw yang menerangkan tentang fadhilat dan kebaikan dalam menyebarkan salam.  Hadis daripada Abdullah bin Salam, beliau mendengar Rasulullah saw bersabda yang bermaksud:

“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam di antara kalian, berikanlah makanan, sambunglah tali silaturahim dan solatlah ketika manusia sedang tidur pada malam hari, nescaya kalian akan masuk syurga dengan selamat.” [HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad]

Rasulullah saw juga bersabda:

“Kalian tidak akan masuk syurga sehingga kalian beriman,dan  tidaklah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai. Mahukah kalian aku tunjukkan  suatu perbuatan yang apabila kalian mengerjakannya, nescaya kalian akan saling mencintai?  Sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim]

Selain hadis-hadis yang telah disebutkan, terdapat sebuah hadis yang menerangkan tentang ganjaran bagi setiap ucapan salam yang diberikan. Hadis ini sekaligus mengajar kita tentang bagaimana ucapan salam itu sepatutnya diberikan kepada orang mukmin. Imran bin Hussain berkata:

“Ada seorang lelaki  datang kepada Nabi seraya mengucapkan assalamu ‘alaikum. Maka Nabi menjawabnya dan orang itu kemudian duduk. Nabi berkata, “dia mendapat sepuluh pahala.” Kemudian datang orang yang lain mengucapkan assalamu ‘alaikum warahmatullah. Maka Nabi menjawabnya dan berkata, “dua puluh pahala baginya.” Kemudian datang seorang lagi seraya mengucapkan assalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nabi pun menjawabnya dan berkata, “Dia mendapat tiga puluh pahala.” [HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad]

bersambung....

No comments:

Post a Comment

Syukran for your nice comment. Please leave your comment again!!! (^_^)

 

Copyright © 2013 | Wanita Mustanir | by Cik Bulat